Stories of the Prophets
Al-Hasan Al-Bashri
الْحَسَن الْبَصْرِيّ رَحِمَهُ اللهُ
Ulama Zuhud & Orator Ternama Basra
Al-Hasan Al-Bashri lahir di Madinah dan tumbuh dekat dengan istri-istri Nabi ﷺ sebelum keluarganya pindah ke Basra, tempat ia kelak menjadi ulama paling berpengaruh di kota itu. Ia terkenal karena nasihat-nasihatnya yang menyentuh hati tentang zuhud, akhirat, dan muhasabah diri, disampaikan dengan kefasihan bahasa yang membuat majelisnya selalu dipadati pendengar dari berbagai kalangan. Banyak ulama tasawuf generasi setelahnya menjadikan wejangan-wejangannya sebagai rujukan utama dalam pembinaan akhlak dan spiritualitas.
1Imam Tabi'in dan Ahli Nasihat
Al-Hasan bin Abil Hasan Al-Bashri (21–110 H), tabi'in agung yang tumbuh di Madinah dan menetap di Bashrah. Ibunya pelayan Ummu Salamah, istri Nabi ﷺ. Ia menimba ilmu dari banyak sahabat dan menjadi imam dalam ilmu, zuhud, dan nasihat yang menggetarkan hati.
📖 QS Adz-Dzariyat: 55
2Zuhud dan Kata-Kata Hikmahnya
Nasihat-nasihat Al-Hasan tentang kefanaan dunia dan kesungguhan beramal untuk akhirat dikenang sepanjang zaman. Ia berkata, "Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari; setiap kali satu hari pergi, pergi pula sebagian dirimu."
📖 QS Al-Ashr: 1–3
3Berani Menasihati Penguasa
Al-Hasan berani menyampaikan kebenaran kepada penguasa zalim di masanya, menegur kezaliman dengan hikmah tanpa takut. Ia wafat di Bashrah tahun 110 H, meninggalkan teladan ulama yang menyatukan ilmu, amal, dan keberanian.
📖 QS Ali 'Imran: 104