XAD
🔍

Stories of the Companions

Ali bin Abi Thalib

عَلِيّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Khalifah Keempat, Menantu Nabi

Ali bin Abi Thalib RA adalah sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad ﷺ, memeluk Islam sejak usia belia dan dikenal karena keberanian serta kedalaman ilmunya. Ia pernah menggantikan posisi Nabi ﷺ di tempat tidurnya pada malam hijrah yang penuh bahaya demi mengelabui rencana pembunuhan kaum Quraisy. Sebagai khalifah keempat, ia menghadapi masa-masa penuh gejolak politik dengan tetap berpegang pada prinsip keadilan, dan hingga kini dikenal sebagai salah satu sumber utama ilmu fikih dan hikmah di kalangan umat Islam.

1

Anak yang Tumbuh di Rumah Kenabian

Ali bin Abi Thalib, sepupu Nabi ﷺ, diasuh langsung oleh beliau sejak kecil. Ia adalah anak-anak pertama yang beriman kepada Islam, tumbuh dalam bimbingan wahyu, dan tidak pernah bersujud kepada berhala — karena itu ia dijuluki "karramallahu wajhah".

📖 HR Tirmidzi no. 3735

2

Tidur di Ranjang Nabi pada Malam Hijrah

Pada malam kaum musyrik hendak membunuh Nabi ﷺ, Ali rela tidur di ranjang beliau menggantikan posisinya, menanggung risiko demi keselamatan Rasulullah, lalu mengembalikan titipan-titipan orang kepada pemiliknya sebelum menyusul hijrah. Allah memuji jiwa yang menjual dirinya demi ridha-Nya.

📖 QS Al-Baqarah: 207

3

Panji di Khaibar dan Menantu Nabi

Nabi ﷺ menikahkan Ali dengan putrinya, Fatimah Az-Zahra, dan dari keduanya lahir Hasan dan Husain. Pada Perang Khaibar, Nabi ﷺ bersabda akan memberikan panji kepada seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta dicintai keduanya, lalu menyerahkannya kepada Ali, dan Allah memenangkan kaum muslimin melalui tangannya.

📖 HR Bukhari no. 3701 · HR Muslim no. 2404

4

Gerbang Ilmu dan Hakim yang Cerdas

Nabi ﷺ bersabda, "Aku kota ilmu dan Ali pintunya." Umar sendiri sering berlindung dari perkara sulit tanpa kehadiran Ali. Ia terkenal fasih, dalam ilmunya, tajam dalam memutuskan perkara, dan menjadi rujukan tafsir serta qadha di kalangan sahabat.

📖 HR Tirmidzi no. 3723

5

Khalifah di Tengah Fitnah

Ali diangkat menjadi khalifah keempat setelah wafatnya Utsman, di masa penuh fitnah dan perpecahan. Ia berupaya menegakkan keadilan dan mempersatukan umat di tengah Perang Jamal dan Shiffin, tetap menjaga kehormatan para sahabat dan tidak melampaui batas syariat.

📖 QS Al-Hujurat: 9–10

6

Zuhud dan Keadilannya

Meski khalifah, Ali hidup sangat sederhana, membagi harta baitul mal secara merata, dan berjalan di pasar tanpa pengawal. Ucapan-ucapan hikmahnya tentang dunia, ilmu, dan akhirat dikumpulkan dan dikaji sepanjang zaman sebagai teladan kezuhudan pemimpin.

📖 HR Bukhari no. 3705

7

Syahid di Kufah

Ali ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam, seorang Khawarij, saat hendak salat Subuh di masjid Kufah, dan wafat sebagai syahid pada tahun 40 H. Dengan wafatnya berakhir masa Khulafaur Rasyidin yang lurus, yang tentangnya Nabi ﷺ berpesan agar umat berpegang teguh.

📖 HR Abu Dawud no. 4607 · HR Tirmidzi no. 2676