XAD
🔍

Stories of the Scholars

Syaikh Nawawi Al-Bantani

الشَّيْخ نَوَوِي الْبَنْتَنِيّ رَحِمَهُ اللهُ

Ulama Nusantara, Guru Para Ulama Besar Indonesia (w. 1314 H)

Nawawi bin Umar Al-Bantani lahir di Tanara, Banten, lalu menempuh pendidikan dan mengajar puluhan tahun di Makkah hingga digelari "Sayyidul Hijaz" oleh ulama Timur Tengah atas keluasan ilmunya. Ia menulis lebih dari 100 kitab dalam berbagai bidang — tafsir, fikih, tauhid, tasawuf — banyak di antaranya menjadi kitab wajib pesantren Nusantara hingga kini, termasuk Tijan Ad-Darari (syarah akidah) dan tafsir Marah Labid. Murid-muridnya di Makkah kelak menjadi pendiri organisasi dan pesantren besar di Indonesia, menjadikannya salah satu mata rantai keilmuan terpenting yang menghubungkan ulama Nusantara dengan Haramain.

1

Sayyid Ulama Hijaz dari Nusantara

Muhammad Nawawi Al-Bantani (1230–1314 H) lahir di Tanara, Banten, lalu bermukim dan mengajar di Makkah hingga digelari "Sayyidu Ulama al-Hijaz". Ia salah satu ulama Nusantara paling berpengaruh, guru banyak pendiri pesantren dan organisasi Islam di tanah air.

📖 QS At-Taubah: 122

2

Penulis Puluhan Kitab yang Mendunia

Nawawi Al-Bantani menulis puluhan kitab dalam tafsir, fiqih, tauhid, dan akhlak — seperti Tafsir Marah Labid, Tijan Ad-Darari, Nashaihul 'Ibad, dan Kasyifatus Saja — yang dikaji di pesantren Nusantara dan Timur Tengah hingga kini.

📖 QS Al-Alaq: 4–5

3

Warisan Ilmu bagi Nusantara

Melalui murid-muridnya, ilmu Nawawi Al-Bantani menyebar dan membentuk tradisi keilmuan pesantren Nusantara yang moderat dan berpegang pada Ahlussunnah. Ia wafat di Makkah tahun 1314 H dan dimakamkan di Ma'la, dekat makam Sayyidah Khadijah.

📖 QS Fathir: 32